github twitter linkedin instagram email
Golang for Beginner Part 2.0: Unit Testing
Jun 30, 2018
2 minutes read

Unit_Testing

Tidak mudah untuk membuat sebuah sistem software yang handal dan mempertahankannya dalam waktu yang lama. Salah satu cara untuk mengetahui bahwa code yang sudah kita buat apakah sesuai dengan ekspektasi flow bisnis dan performance adalah melakukan Unit Testing. Unit testing adalah salah satu jenis proses otomatisasi test aplikasi software dengan scope yang paling kecil yang bisa di test. Disebut unit karena secara individual dan mandiri (tidak tergantung dengan flow proses yang lain) dapat di test sehingga dapat memastikan apakah outputnya sudah sesuai dengan ekspektasi kita.

Di bahasa Go, satu function atau method bisa diartikan sebagai unit.

Mari kita mulai dengan membuat file aplikasi dan file test dalam sebuah folder yang sama dan dengan nama package yang sama. Saya membuat 1 file aplikasi operasi string sebagai berikut :

Saya membuat 2 fungsi operasi string yakni SwapCase dan Reverse . Swapcase untuk mengubah string yang awalanya upercase ke lowercase begitupun sebaliknya mengubah string yang awalnya lowercase menjadi uppercase. Reverse untuk mengubah string supaya urutannya terbalik.

SwapCase Ekspektasi :

    Before :        
    "Hello, World"
    
    After :     
    "hELLO, wORLD"

Reverse Ekspektasi :

     Before :        
        "Hello, World"
        
     After :     
     "dlroW ,olleH"

Mari kita kita buktikan apakah code kita sudah sesuai dengan ekspektasi, yakni dengan membuat 1 file test. Di GO, aturan untuk membuat file test yakni dengan cara : [NAMA_FILE]_test.go seperti berikut :

Cara melakukan unit testing bisa dengan perintah seperti berikut:

    go test -v

Setelah dijalankan, jika aplikasi yang kita jalankan sesuai dengan ekspektasi unit test maka akan dapat hasil sebagai berikut :

Terminal

Source code bisa di clone dari sini : Full Code



Back to posts


comments powered by Disqus